| Dimensi | 13 × 20 cm |
|---|
Uma Sabeu Rumah Kebaikan
Menemukan Cahaya di Ujung Pulau
Membaca buku Uma Sabeu yang ditulis oleh Sr. M. Tarcisia Sembiring, FSE menyentuh Sr. M. Tarcisia Sembiring FSE kembali memori yang terjadi 33 tahun lalu keetika sekolah di SD Vicentius Sikakap. Perjalanan saya seorang anak Mentawai yang harus meninggalkan kampung halaman demi pendidikan. Buku ini mengingatkan saya bahwa sekolah bukan hanya tentang ilmu, tetapi tentang harapan yang dijaga. Sr. Tarcisia menulis tentang Mentawai seperti seseorang yang berterima kasih kepada tanah yang telah mengubahnya dan rasa syukur yang tulus selalu menular kepada pembacanya. Saya berharap agar buku ini menjadi sumber inspirasi perjuangan bagi anak-anak Mentawai untuk meraih kehidupan yang lebih baik.
— Dr. Rinto Wardana, S.H., M.H., CRA., AIIArb Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai
Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas narasi sarat makna yang tersaji dalam buku “Uma Saberu: Rumah Kebaikan di Tanah Mentawai” karya Sr. M. Tarcisia Sembiring FSE, menulis bukan sebagai pengamat dari luar, tetapi sebagai seseorang yang sudah membiarkan Mentawai masuk ke dalam dirinya dan itu terasa di setiap kalimatnya. Saya juga sangat mengagumi bagaimana karya ini mengungkap bahwa panggilan pelayanan di Mentawai bukan sekadar persoalan tempat, melainkan sebuah proses ketaatan yang utuh untuk tinggal, belajar, serta bertumbuh bersama dalam harmoni dengan adat dan budaya Mentawai.
— Jakop Saguruk, S.E. Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai
Dengan hati penuh bangga, saya mengapresiasi dedikasi tulus kepala sekolah Sr. M. Tarcisia Sembiring FSE sekaligus juga sebagai penulis buku ini, para guru yang penuh kasih, dan anak-anak SD Santo Petrus Tuapejat yang begitu mengisnpirasi. Membaca Uma Sabeu seperti menerima surat panjang dari seseorang yang sangat mencintai tempat yang ia tinggali. Setiap kalimatnya ditulis dengan kepedulian yang tidak dibuatbuat kepedulian terhadap anak-anak, terhadap guru, terhadap budaya. Inisiatif luar biasa SD Sano Petrus Tuapejat layak menjadi pelita dan teladan bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kepulauan Mentawai, mengajak mereka berkarya melalui tulisan-tulisan yang menghangatkan, menginspirasi dan menggerakkan perubahan.
— Jop, S.Pd.SD Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten KepulauanMentawai
Sr. M. Tarcisia Sembiring FSE dalam tulisannya menghadirkan teologi kehadiran yang hidup dan menyentuh, kita melihat bagimana kasih Allah bekerja. Buku Uma Sabeu merekam bagaimana seorang kepala sekolah tidak hanya memimpin dari belakang meja, tetapi mau turun langsung, bahkan makan bersama di lantai bersama murid-muridnya, menghadirkan sosok “Ibu kedua” bagi mereka. Buku ini adalah bacaan wajib bagi para pendidik, pemerhati budaya dan siapa saja yang ingin melihat bagaimana kasih Allah bekerja melalui hal-hal sederhana. Saya sangat bangga atas terbitnya karya ini. Semoga spirit Uma Sabeu terus menyala, menjadi terang yang menuntun langkah anak-anak kita menuju masa depan yang lebih cerah.
— Pastor Pardomuan Benedictus, Pr. Ketua Yayasan Prayoga Padang
Penulis : Sr. M. Tarcisia Sembiring FSE | ISBN : 978-634-240-xxx-x | 240 hlm Ukuran : 13 x 20 cm


Merevitalisasi Pemikiran Sosial Islam Hasan Hanafi 




Ulasan
Belum ada ulasan.