| Berat | 300 gram |
|---|---|
| Dimensi | 14 × 21 cm |
Deklarasi Istiqlal
Harga aslinya adalah: Rp90.000.Rp72.000Harga saat ini adalah: Rp72.000.
Refleksi Harapan & Tantangan Seluas Indonesia
Dalam kunjungan apostoliknya ke Indonesia pada 3–6 September 2024, Paus Fransiskus, bersama Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, menandatangani Deklarasi Istiqlal. Deklarasi ini memerhatikan dua krisis serius yang dialami dunia, yaitu dehumanisasi dan perubahan iklim. Fenomena global dehumanisasi ditandai dengan meluasnya kekerasan dan konflik. Lalu, eksploitasi manusia atas ciptaan, rumah kita bersama, telah berkontribusi terhadap perubahan iklim, yang menimbulkan berbagai konsekuensi destruktif, seperti bencana alam, pemanasan global, dan cuaca yang tidak dapat diprediksi.
Menyikapi dua masalah serius tersebut, Deklarasi Istiqlal menyerukan empat hal. Pertama, nila-nilai tradisi agama-agama harus dimajukan secara efektif demi mengalahkan budaya kekerasan dan ketidakpedulian di antara kita dengan cara meningkatkan budaya hormat, martabat, belarasa, rekonsiliasi, dan solidaritas persaudaraan untuk mengatasi dehumanisasi dan perusakan lingkungan. Kedua, para pemimpin agama harus bekerja sama dalam menanggapi krisis tersebut dan mengambil tindakan yang tepat. Ketiga, perlu dilakukan dan ditingkatkan dialog antarumat beragama untuk menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi. Keempat, menumbuhkan lingkungan sehat dengan menjaga keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup demi generasi mendatang.
Menandai setahun Deklarasi Istiqlal tersebut, Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja menerbitkan refleksi atas deklarasi tersebut. Tulisan dalam buku ini merupakan buah refleksi Komisi HAK Keuskupan terhadap Deklarasi Istiqlal.
Penulis : RD. Aloys Budi Purnomoo, Dkk | ISBN : 978-634-240-013-5 | 236 hlm
Tersedia di backorder










Ulasan
Belum ada ulasan.