ZIARAH BATIN
Sabtu, 19 Mei 2012
Pekan PASKAH VI (P); Novena Pentakosta 2
St. Petrus Selestinus, Paus; St. Dunstan; St. Krispinus dr Viterbo; B. Clemens dr Osimo dan Agustinus Tarano
Bacaan I : Kis. 18:23–28
Mazmur : 47:2–3.8–9.10; R: 8a
Bacaan Injil : Yoh. 16:23b–28
”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”
Renungan
Dalam Gereja kita dikenal dua macam doa, yakni doa vokal dan doa hening. Doa vokal adalah doa dengan membaca dari buku-buku atau doa yang didaraskan dengan suara yang jelas. Doa hening adalah doa yang didaraskan dalam batin. Doa hening, doa batin, ini biasanya singkat, terdiri dari satu kalimat pendek bahkan cuma satu dua kata. Salah satu doa hening yang amat populer dewasa ini adalah doa nama, yang biasa disebut: doa nama Yesus atau doa Yesus. Menurut kesaksian, banyak orang yang sering melakukan doa hening, doa nama Yesus, memiliki buah-buah istimewa dalam hidupnya.
”Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu” (Yoh. 16:23b-24). Doa hening dengan menyebut nama Yesus, sesungguhnya termasuk dalam salah satu bentuk meminta kepada Bapa dalam nama Yesus. Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat. Yesus bertindak sebagai pengantara kita dalam doa-doa kepada Allah Bapa. Bila kita berdoa hanya dengan menyebut nama-Nya saja, di dalamnya sudah tercakup tindakan-Nya untuk menjadi pengantara bagi intensi-intensi yang kita sebutkan sebelum mulai berdoa. Nama Yesus adalah nama yang menyelamatkan. Yesus, Mesias, adalah Sang Juru Selamat.
Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat inti pewartaan para Rasul dalam Gereja Perdana. Semua orang yang percaya kepada-Nya dan dibaptis akan diselamatkan. Bila kita menerima Yesus dan berdoa dalam nama-Nya, kita akan memperoleh rahmat yang lebih besar dari sekadar keselamatan umum, yaitu mengalami kasih dan sukacita yang penuh, hubungan yang mesra dengan Tuhan, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.
Doa: Ya Tuhan, tambahkanlah imanku agar aku selamat dan memiliki sukacita yang penuh dalam nama-Mu. Amin.
***
Minggu, 20 Mei 2012
Pekan PASKAH VII (P); Novena Pentakosta 3
Hari Komunikasi Sedunia
St. Eugenius dr Mazenod; St. Ivo;
St. Bernardinus dr Siena
Bacaan I : Kis. 1:15–17.20a.20c–26
Mazmur : 103:1–2.11–12.19–20ab; R: 19a
Bacaan II : 1Yoh. 4:11–16
”Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.”
Renungan
Setiap kali kita merayakan Hari Komunikasi Sedunia, Pimpinan Gereja Sejagat selalu mengajak kita untuk memanfaatkan media komunikasi semaksimal mungkin untuk bersaksi tentang Tuhan dan firman kebenaran-Nya. Lewat media-media komunikasi ini kita diminta untuk menjalin persahabatan, persaudaraan, kasih dan damai guna membangun dunia menjadi tempat yang mencintai persaudaraan, kasih, dan kerja sama.
Doa Yesus kepada Bapa di Surga dalam Injil hari ini, tidak lain daripada bentuk kerinduan-Nya yang besar agar semua pengikut-Nya hidup dalam persatuan yang utuh satu sama lain, sebagaimana Dia dengan Bapa satu adanya. Hanya dalam semangat persatuan, segala bentuk kehidupan bersama, mulai dari hidup rumah tangga sampai dengan hidup berbangsa dan bernegara, dapat dibangun menjadi tempat yang nyaman dan sejahtera bagi semua.
Pesan Hari Komunikasi Sedunia bagi kita saat ini: Hendaklah kita ”tiada henti mewartakan kasih dan damai Tuhan”, yang telah menyelamatkan kita secara lahir dan batin! Kasih dan damai menjadi alat komunikasi di antara kita. Kasih dan damai yang sama menjadi bahasa media komunikasi kita. Seperti ada tertulis dalam Injil Yohanes: ”Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi” (1Yoh. 4:11), karena untuk itulah kita dipanggil dan diutus ke tengah dunia ini.
Doa: Ya Tuhan, berilah aku kebijaksanaan dan ketekunan untuk membangun persatuan dan peliharalah aku dalam damai-Mu yang sejati. Amin.
***
Senin, 21 Mei 2012
Pekan PASKAH VII (P) ; Novena Pentakosta 4
St. Eugenius de Mazenod, Usk.; St. Godrikus;
St. Herman Yoseph; St. Kristoforus dr Magallanes Jara
Bacaan I : Kis. 19:1–8
Mazmur : 68:2–3.4–5ac.6–7ab; R: 33a
Bacaan Injil : Yoh. 16:29–33
Kata murid-murid-Nya: ”Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka: ”Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”
Renungan
Dalam banyak peristiwa, tatkala kita mengalami benturan-benturan persoalan, yang tak terselesaikan dalam hidup ini, kita merasa putus asa dan berkata: ”Di manakah Tuhan? Mengapa Dia meninggalkan aku?” Atau ”Tuhan tidak adil, mengapa aku harus terus menderita?” Bahkan ada yang sampai murtad, menolak Tuhan.
Menjadi murid Yesus bukan berarti kita bebas dari segala bentuk masalah dan penderitaan. Kita semua tidak pernah luput dari persoalan dan akibatnya. Yesus, pada saat-saat akhir, mengingatkan para murid-Nya dengan berkata: ”Dalam dunia kamu menderita penganiayaan” (Yoh. 16:33a). Perkataan ini sungguh benar, karena dalam kenyataannya kita dianiaya, bukan saja oleh sesama manusia, tetapi juga oleh berbagai persoalan lain yang menimpa dunia ini, yaitu: kelaparan, kemiskinan, bencana, ketidakadilan, dst.
Semua orang tak mungkin bisa terhindar dari keadaan seperti itu. Para Rasul, murid-murid lain, orang-orang kudus, pengikut-pengikut Yesus sepanjang sejarah, semuanya mengalami hal yang sama. Tetapi, banyak orang bertahan dalam situasi itu karena percaya akan Yesus dan janji-Nya: ”... kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33b). Kuasa Roh Kudus menyertai, menguatkan, menyembuhkan, dan menghibur mereka semua sehingga mereka teguh berdiri dalam iman kepada Tuhan.
Marilah pada hari-hari menjelang Pentakosta ini, kita sama-sama berdoa kepada Allah Roh Kudus agar kita diberi iman penuh pengharapan untuk percaya bahwa Yesus telah mengalahkan dunia ini dan akan selalu mendampingi kita dengan kuasa Roh-Nya.
Doa: Utuslah Roh Kudus-Mu, ya Tuhan, dan bantulah aku agar senantiasa tinggal pada-Mu dan selalu percaya pada janji-Mu. Amin.
