Surviving The "Dai Nippon"

Rp. 64.000
SKU: 40417004
978-979-565-805-4
RD. Simon Petrus L. Tjahjadi

 Harga Rp 80.000

 

Gereja Katolik Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)

Meskipun mengalami aneka pembatasan dan tekanan, Gereja Katolik pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) telah tampil sebagai sosok Gereja-pribumi yang kuat dan liat, tanpa bantuan Barat. Tokoh-tokoh utamanya adalah umat, bukan figur imamat atau tarekat. Mereka adalah Gereja pribumi yang percaya diri menanggung segala uji dan kelak  menjadi inspirasi dan referensi saat 1970-an terjadi diskusi tentang Indonesianisasi Gereja di Bumi Pertiwi.

Kehidupan Gereja Katolik Indonesia pada zaman penjajahan Jepang ibarat lembaran buku sejarah yang hilang. Dibandingkan dengan narasi historis tentang Gereja Katolik pada umumnya yang sering tampil sebagai kisah gemilang tarekat misionaris Belanda dan tokohnya tempo 'doeloe', sejarah Gereja Katolik pada masa Jepang, belum terungkap lugas. Kalau pun ada cerita tentangnya, nada dasar yang dilantunkan di sana adalah kemuraman dan rasa pilu lantaran para misionaris asing ditawan, lalu misi pun jadi mandeg.

Tetapi jika demikian, muncul pertanyaan: 
• Apakah sejarah Gereja Indonesia yang intinya memuat pewartaan Injil atau Kabar Sukacita harus diidentikkan dengan kisah tentang misi Belanda yang gemilang itu? 
• Kalau Gereja sungguh umat Allah, berhentikah gerak urat nadi Gereja Katolik Indonesia dengan ditawannya para misionaris, penggerak utama karya Gereja waktu itu?
• Mampukah umat menyintas (survive) cengkraman kekuasaan Jepang dan sistem represifnya? 
• Manakah inspirasi yang bisa kita timba dari perjuangan umat Katolik pada masa itu?

Buku ini merupakan buku pertama tentang sejarah Gereja Katolik pada masa pendudukan Jepang Raya (Dai Nippon), yang ditulis secara lugas, komperehensif dan sistematik, berdasarkan literatur mutakhir, termasuk sumber asli berbahasa Belanda dan Jepang.

328 hlm

MEMBELI=BERAMAL: Seluruh royalti hasil penjualan buku ini diserahkanPengurus UNIO Imam Praja Indonesia untuk penyelenggaraan program binalanjut bagi para imam diosesan di daerah-daerah.

Dimensions: 14 cm × 21 cm × 0 cm