Seandainya INDONESIA Tanpa KATOLIK

Rp. 58.500
SKU: 40015001
978-979-565-723-1
A. Eddy Kristiyanto OFM

 Harga Rp 65.000

Jalan Merawat Ingatan

Kandungan dalam masa lampau perlu diurai. Apalagi semakin baik masa lalu diketahui, semakin siap masa depan diarahkan dan diisi. Begitulah kalau ingatan itu terawat, terutama ingatan akan segala sesuatu yang bernilai.

Merawat ingatan itulah pembebasan! Sebab merawat itu sikap menerima dan memberi makna positif atas segala sesuatu yang sudah tidak dapat diubah. Itulah nilai menjadi Katolik dalam masyarakat yang majemuk, Indonesia.

Andai kata Indonesia tanpa Katolik, ITU BUKAN INDONESIA!

***

Buku ini hendak menelusuri kembali jejak-jejak Kekatolikan dalam sejarah Indonesia dan peran Katolik dalam rangka “menjadi(kan) Indonesia”.
Sebuah kajian historis yang penting dalam mereposisi pola relasi negara dan agama agar sungguh menjadi “rumah damai” bagi semua!

Peluncuran buku pada acara seminar & bedah buku 'Seandainya Indonesia Tanpa Katolik’, 16 Maret 2015,  Auditorium STF Driyarkara Jakarta

Nihil Obstat : Dr. Peter C. Aman OFM
Imprimatur : 
Samuel Pangestu Pr (Vikjen Keuskupan Agung Jakarta)
Soft Cover; 14x21 cm; 304 hlm

>>>  Kini buku SEANDAINYA INDONESIA TANPA KATOLIK terbit dalam versi E-BOOK (Android), download dan install apps    melalui Google Play Store  <<<

 
Dimensions: 0 cm × 14 cm × 21 cm

Comments

PARAGRAF KONTROVERSIAL TENTANG INTEGRASI TIMTIM

Untuk Peberbit OBOR tolong sampaikan Kritik saya dibawah ini kepada Pastor Edy. Saya selaku cucu dari pejuang Integrasi Timtim-Indonesia ingin mengkritisi sepenggal dari paragraph beliau yg menurut saya menyimpang dari fakta sejarah!

Pada halaman 188 buku ini, Pastor Edy berbicara mengatakan bahwa : Integrasi adalah ide drop2an dari atas dan luar serta tidak tumbuh dari bawah dan dari dalam masyarakat Tim-Tim sendiri.

Apakah pernyataan ini dibuat hasil riset yang mendalam. apakah pater sudah membaca dan menelaah MANIFESTO APODETI yang menjadi gagasan awal konsep integrasionis? Jika dikatakan ide ini drop-dropan dari luar lalu dari mana hal ini didrop. dan jika dari atas dari mana hal ini disampaikan. Saya mohon penjelasan yang jernih dari pater sebagai pemimpin umat agar tidak ada pemahaman yang bias mengenai hal ini. Sebagai putra Indonesia kita wajib sadar bahwa nusantara secara geografis dan geopolitik adalah satu kesatuan dan Pulau Timor sejak awal adalah satu pulau. Jadi konsep integrasi bukanlah drop-an tapi adalah konsep yang mengacu pada realitas geografi dan geopolitik kawasan nusantara yang sudah dibagi2 pada saat datangnya kaum penjajah di nusantara. Saya pikir pater wajib belajar lebih lagi sebagai manusia Indonesia yang menjadi tuan atas diri dan tanah air serta bukan hanya menjadi penyambung lidah literatur kolonial. Saya mohon tanggapan dan pelurusan dari hal ini. Terima kasih

Kami mohon tanggapannya.

Semoga Tuhan Memberkati.

Terima kasih atas kritik yang

Terima kasih atas kritik yang disampaikan mengenai buku ini. Akan kami teruskan hal ini kepada bagian redaksi penerbit kami. Tuhan memberkati. (admin)

mencari buku ini

Yth. Admin,
Di mana saya bisa mendapatkan buku ini lagi?
Terima kasih.

Ytk. Ibu Siputriwidi,

Ytk. Ibu Siputriwidi,

Buku ini sedang dalam proses cetak ulang mudah-mudahan dalam kahir bulan ini sudah bisa tersedia.

Untuk saat ini di beberapa TB Gramedia (tidak semua) masih tersedia, mohon info lokasi ibu untuk bisa kami bantu TB Gramedia terdekat yg kemungkinan masih ada stok. Tks. dan salam dari OBOR. (mf-admin)