Renungan Oase Rohani 2017

Jumat, 17 Februari 2017

 

 
 
Aku Berani Benar!
”Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini,
Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya ...” 
(Mrk. 8:38)
 
Melakukan yang benar karena itu benar. Itulah tanda kalau kamu bangga menjadi pengikut Kristus. Tetapi, ternyata kita kerap malu mengakui diri sebagai orang Kristen. Ketika makan di warung, pernahkah kamu membuat Tanda Salib sebelum berdoa? Atau ketika ujian, apakah kamu harus ikut-ikutan menyontek? Memang hidup kita di zaman ini, seperti berada di antara serigala, tetapi jangan takut. Setialah pada yang benar!
 
Tuhan, ampunilah aku yang sering malu mengakui-Mu. Mampukanlah aku melakukan apa yang Engkau kehendaki. Amin.

 

Sabtu, 18 Februari 2017

 
Keintiman Itu Membahagiakan
“Kata Petrus kepada Yesus: ’Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah,
satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.’” 
(Mrk. 9:5)
 
Apakah pacarmu orang yang seiman? Cinta yang tumbuh bersemi antar manusia membawa kepada kebahagiaan. Para sahabat, relasi berpacaran menimbulkan keintiman. Keintiman yang baik terjadi bila berdasarkan cinta yang suci dan murni. Pada Injil hari ini kita melihat keintiman Petrus, Yakobus, dan Yohanes dengan Yesus. Mereka sangat bahagia berada dekat Yesus. Hasil keintiman membawa mereka kepada pengalaman kebahagiaan. Maka, sahabat muda, kebahagiaan dapat ditemukan saat bersatu dengan Yesus.
 
Tuhan Yesus, rengkuhlah aku dan janganlah aku Kaubiarkan teripisah dari pada-Mu agar aku bahagia. Amin.
 
 

Minggu, 19 Februari 2017

Orang Muda adalah Anak-Anak Allah
“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak- anak Bapamu yang di surga”
(Mat. 5: 44-45)
 

 

Sobat muda, mana lebih gampang, mengasihi sahabat atau orang yang memusuhi kita? Saya setuju jawabanmu. Mengasihi sahabat adalah amat gampang, bahkan kita akan memberikan semua yang kita miliki untuk sahabat. Ini hal biasa. Namun, akan menjadi amat sulit ketika dia adalah orang yang memusuhi kita. Namun, ingatlah bahwa kamu adalah anak Allah dan Allah adalah Bapamu. Berusahalah dan jangan menyerah karena Bapa pasti menolong anak-Nya. Pertahankan statusmu sebagai anak Allah dengan mengasihi musuh dan berdoa untuknya.
 
Tuhan Yesus, berilah aku kerendahan hati agar mampu mengasihi dan mendoakan musuh. Amin.