Novena St. Joseph

Rp. 2.500
SKU: 333032005601
Toko Rohani OBOR

St. Yosef sungguh merupakan seorang tokoh tanpa suara dari Perjanjian Baru. Sebagai contoh, Injil tidak mencatat sepatah kata pun yang diucapkan oleh St. Yosef. Namun demikian, apa yang dilakukan santo besar ini sepanjang hidupnya demi Tuhan menyuarakan semuanya. Agar dapat menghargai serta memahami perannya dalam karya keselamatan, kita perlu memeriksa Injil.

St. Yosef “berasal dari keluarga dan keturunan Daud” (Luk 2:4). Karena leluhurnya ini, St. Yosef merupakan penghubung antara perjanjian lama yang dibuat dengan Abraham dan Musa, dengan perjanjian baru yang sempurna dan abadi, yang akan dibuat melalui darah Yesus.

Guna menghidupi keluarganya, St. Yosef bekerja sebagai seorang tukang kayu. Kata yang dipergunakan dalam Injil aslinya adalah “tekton” yang artinya “pengrajin” atau “tukang”, karenanya dapat juga berarti bahwa ia seorang tukang bangunan ataupun seorang tukang kayu. Sebagai seorang ayah Yahudi yang baik, St. Yosef mewariskan keahliannya kepada Putranya, dan sesungguhnya Yesus dikenal sebagai anak tukang kayu (Mat 13:55) dan tukang kayu(Mrk 6:3).

St. Fransiskus de Sales (wafat thn 1622) yakin bahwa St. Yosef diangkat jiwa dan raganya ke surga: “Adakah yang dapat kita katakan sekarang selain daripada, tak mungkinlah kita ragu bahwa santo yang mulia ini menikmati ganjaran berlimpah di surga bersama Dia yang begitu mengasihinya dan mengangkatnya ke sana, jiwa dan raganya; itulah yang hampir pasti terjadi sebab tak ada pada kita reliquinya di sini, di dunia. Bagiku tampaknya tak dapat orang meragukan kebenaran ini; sebab bagaimana mungkin Ia menolak memberikan rahmat ini kepada St. Yosef, ia yang senantiasa taat selalu sepanjang hidupnya?”

Santa dan santo besar lainnya mempunyai devosi mendalam kepada St. Yosef: St. Bernardinus dari Siena (wafat thn 1444) menyampaikan khotbahnya, “Ia dipilih oleh Bapa yang kekal sebagai pelindung yang dapat diandalkan dan penjaga harta pusaka-Nya yang termulia, yaitu, Putra Ilahinya dan Maria. Ia melaksanakan panggilannya ini dengan ketaatan penuh hingga akhirnya Tuhan memanggilnya dengan berkata, "Mari, hambaku yang baik dan setia, masuklah ke dalam sukacita Tuan-mu'”.