MISSION BREAKTHROUGH – Narasi Kecil Imam Diosesan di Indonesia

Rp. 40.500
SKU: 40014001
978-979-565-710-1
RD Simon Petrus L. Thahjadi

 Harga Rp 45.000

Narasi Kecil Imam Diosesan di Indonesia

Dalam Gereja Katolik, Imam praja atau imam diosesan mengawali berdirinya Umat Katolik yang pertama di nusantara (1534) oleh Pastor Simon Vaz, martir pertama di Morotai. Lalu para praja Belanda di Abad XIX membarui dan merintis berdirinya Hierarki Gereja Indonesia kelak. Pada masa pendudukan Jepang, saat semua misionaris asing di tawan, segelintir praja pribumi mengambil alih praktis semua pekerjaan misionaris. Juga saat perang pasca proklamasi mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda, mereka berada di barisan rakyat dan pejuang Indonesia.

Hingga sekarang imam praja berkarya dalam aneka bidang kerasulan. Umat katolik mengenal mereka, a.I. Rm. Sandjaja (martir Indonesia), Rm. Mangunwijaya (budayawan, pendidik, arsitek, pejuang HAM), Rm. Lugano (Pastor kaum nelayan), Mgr. Ignatius Suharyo (Uskup dan cendekiawan), Rm. Benny Susetyo (pengamat sosial-politik), P. Neles Tebay dan P. Djonga (pejuang dialog dan HAM di Papua, peraih berbagai penghargaan), P. Rantinus Manalu (pejuang nasib petani di Sibolga), P. Jimmy Tumbelaka dan P. Agus Uluhayanan (rekonsiliasi konflik di Poso dan Ambon).

Siapa itu imam diosesan? Bagaimana sejarahnya? Mana tantangannya? Apa spiritualitas yang menggerakkannya menjalankan misi terobosan (mission breakthrough)?

Secara singkat-padat buku ini membahas tentang mereka yang sebagai imam pribumi di tanah-airnya sendiri pernah distigmatisasi “tweede klas priester” (imam kelas dua) oleh Gereja Kolonial.

soft cover; 14x21 cm; 240 hlm

Weight: 240 g
Dimensions: 0 cm × 14 cm × 21 cm