NEW RELEASE

Lilin Taper Plain Advent

TRO
SKU: 479012020141

Stok Tidak Tersedia

Diameter : 2.2 cm
Tinggi : 23 cm
Material : Palm wax
Lama Pembakaran : 8-9 jam
Isi : 4pcs

Rp. 30.000
Dimensions: 0 cm × 2.2 cm × 23 cm

Ziarah Batin 2017 (Soft Cover)

Tim Penulis
SKU: 40516002

ISBN: 

978-979-565-764-4

  Harga Rp 60.000

Bacaan* dan renungan harian sepanjang tahun yang selalu setia mendampingi penziarahan hidup Anda sejak 1996

Dilengkapi dengan: Nama-nama Santo-santaAlamat Komisi dan Lembaga KWIKolom Catatan Harian Pribadi dan lembar evaluasi pribadi setiap bulannya

*Bacaan harian sesuai dengan penanggalan liturgi Gereja Katolik 2016 -Tahun C/II, yang resmi disusun oleh Komisi Liturgi KWI

Tim Penulis:
 • Rm. Alexander Erwin Santoso MSF • Rm. Alfons Sutarno Pr  • Rm. J. Claudius Thomas CICM • Rm. Florens Maxi Un Bria Pr  • Rm. Antonius Sad Budianto CM  • Rm. Siprianus Hormat Pr • Rm. Alex Suwandi Pr • Rm. Yudhistira SCJ  • Rm. Berty Tijow MSC • Rm. Bonnie Payong SS.CC   Rm.  Alfonsus Alexander Naununu Anam OFM.Cap • Rm. Hadrianus Tedjoworo OSC

Nihil Obstat: P. Martin Harun OFM
Imprimatur: P. Samuel Pangestu Pr (Vikjen Keuskupan Agung Jakarta)

Soft Cover; 15.5x23 cm; 456 hlm

Plus ‘Tanda Kasih’ berziarah wisata ke luar negeri EROPA dan TANAH SUCI untuk 4 (empat) orang*, serta tanda kasih lainnya.

Raih kesempatan ini dengan mengirimkan formulir ‘Tanda Kasih’ yang ada pada lembar terakhir buku ini ke Penerbit OBOR, lembar TANDA KASIH 2017 yang asli dan berlaku adalah yang ditempeli stiker HOLOGRAM ZIARAH BATIN-OBOR.

*Program ini terselenggara atas kerja sama     

ZIARAH BATIN 2017 (Hard Cover)

Rp. 51.000
Dimensions: 2 cm × 15.5 cm × 23 cm

"LAODATO SI"
 
 
DOWNLOAD TEKS GRATIS       
 
 
Published on Sep 1, 2015

ENSIKLIK LAUDATO SI'

Merupakan ensiklik terbaru Paus Fransiskus, yang secara khusus berbicara tentang ekologi. Ensiklik ini lahir dari keprihatinan Gereja atas alam ciptaan yang semakin rusak akibat ulah manusia. Alih-alih menjaga dan merawatnya, manusia justru semakin hari semakin merusak alam dalam berbagai bentuknya, tanpa kendali.

Alam ciptaan Tuhan menangis. Kesemena-menaan yang didorong oleh sikap rakus dan serakah harus dihentikan. Manusia harus ambil bagian secara nyata dalam pelestarian alam dan lingkungan, yang merupakan anugerah Tuhan bagi kita, sekaligus titipan anak-cucu kita.

Laudato Si' edisi Bahasa Indonesia diterjemahkan oleh Pastor Prof. Dr. Martin Harun OFM, bersumber dari edisi Bahasa Prancis. Proses penerjemahan sampai peluncurannya memakan waktu 2 bulan penuh.

Selasa, 1 September, bertepatan dengan Hari Doa Sedunia untuk Peduli Ciptaan, Laudato Si' edisi bahasa Indonesia diluncurkan dalam misa khusus di Gedung OBOR, Lantai 6.

Berikut kutipan bagian awal dari Ensiklik ini:

"LAUDATO SI ', mi' Signore", "Terpujilah Engkau, Tuhanku".
Dalam nyanyian yang indah ini, Santo Fransiskus dari Assisi mengingatkan kita bahwa rumah kita bersama bagaikan saudari yang berbagi hidup dengan kita, dan seperti ibu yang jelita yang menyambut kita dengan tangan terbuka. "Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari kami, Ibu Pertiwi, yang menopang dan mengasuh kami, dan menumbuhkan berbagai buah-buahan, beserta bunga warna-warni dan rerumputan”.

Saudari ini sekarang menjerit karena segala kerusakan yang telah kita timpakan padanya, karena tanpa tanggung jawab kita menggunakan dan menyalahgunakan kekayaan yang telah diletakkan Allah di dalamnya. Kita bahkan berpikir bahwa kitalah pemilik dan penguasa yang berhak untuk menjarahnya. Kekerasan yang ada dalam hati kita yang terluka oleh dosa, tercermin dalam gejala-gejala penyakit yang kita lihat pada tanah, air, udara dan pada semua bentuk kehidupan. Oleh karena itu bumi, terbebani dan hancur, termasuk kaum miskin yang paling ditinggalkan dan dilecehkan oleh kita. Ia "mengeluh dalam rasa sakit bersalin” (Roma 8:22). Kita lupa bahwa kita sendiri dibentuk dari debu tanah (Kejadian 2: 7); tubuh kita tersusun dari partikel-partikel bumi, kita menghirup udaranya dan dihidupkan serta disegarkan oleh airnya.

Video: Suryo Bagus Tri Hatmojo, Markus Mulyono, Antonius Lewar

 

PELAYANAN TOKO ROHANI OBOR
Senin s/d Sabtu : 08.00-17.00 WIB, Minggu : 08.30-15.00 WIB, Libur Nasional dan Hari Besar/Raya : TUTUP
 
OUTLET OBOR
Tangerang – Medan – Manado – Sintang, Kalimantan Barat – Gunungsitoli, Nias – Sorong, Papua Barat – Larantuka, Flores Timur – Ende, NTT

Link Penerbit SEKSAMA

              

Penyelenggara ziarah & wisata rohani

  

Metode Pembayaran (transfer)

Jasa Pengiriman via

    

Selalu bersama kami di :